Rabu, 13 Maret 2013

ALAT UKUR PEMBANDING DAN ALAT UKUR PRESISI

Teori Dasar
A. Penjelasan & lstilah :
- Mengukur berarti membandingkan suatu besaran yang akan diukur dengan suatu ukuran pembanding yang telah
  distandarisasikan
- Besaran pengukuraan adalah panjang yang diukur
- Ukuran nominal adalad ukuran yang tertera pada gambar
- Nilai pengukuran adalah ukuran yang dibaca pada pengukuran dengan alat ukur
- Ukuran nyata adalah ukuran benda kerja sebenarnya yang selesa dikerjakan
- Ketepatan pengerjaan adalah penyimpangan ukuran nyata terbesar yangmasih diijinkan dari ukuran yang telah ditentukan

Ø Menurut jenisnya pengukuran dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1. Pengukuran mutlak dimana nilai ukuran nyata langsung dibaca Misalnya pada mistar berskala, mikrometer, busur derajat dan lain sebagainya
2. Pengukuran banding, dimana yang dibaca bukan nilai ukuran nyata, melainkan hanya nilai penyimpangan urutan dari suatu ukuran pembanding yang dilihat tertera. Ukuran nyata dapat dihitung dari penyimpangan nilai positif atau negatif

Ø Metode Pengujian:
- Pemeriksaan ukuran nyata dilakukan apabila berada dalam daerah antara ukuran terbesar dan ukuran terkecil yang masih  
  diizinkan  (ukuran batas)

B. Sistem Ukuran :
Secara garis besar sistem ukuran dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Sistem ukuran metris dimana ukuran pembanding yang dipakai adalah meter. Dari meter sebagai satuan ukuran diturunkan   
    besaran-besaran ukuran lainnya.
l meter (m) = 10 desimeter (dm) = 100 centimeter (cm) = 1000 milimeter (mm)
1 persepuluh mm = 1 mm : 10 = 1110 mm = 0'1 mm
1 perseratus mm = 1 mm : 100 = 11100 mm = 0'01 mm
1 perseribu mm = 1 mm : 1000 = 1/1000 mm = 0'001 mm
1/1000 mm = 1 mikrometer = 1 ym
Dalam semua gambar kerja perusahaan logam, ukuran harus dinyatakan dalam milimeter
2. Sistem ukuran inci, dimana satuan ukuran yang digunakan adalah inchi, 1 inchi = 25,4 mm
Bagian-bagian dari satu inchi dituliskan dalam bentuk pecahan, misalnya: ¼”, ½ ”, ¾”, 1”, 1 ¼”. Nilai inch yang sangak tecil
dinyatakan dalarn 1 /1000 inchi
Menurut ONORM A 6065 selain mm juga diizinkan satuan-satuan ukuran lain misalnya cm , inchi, meter
3. Gunakanlah hanya jangka yang jalannya lancar, artinya tidak terlalu berat atau terlalu ringan.
4. Aturlah kedudukan jangka dengan mur ulir( untuk jangka pegas) atau dengan ketukan ringan, pada  kaki jangka, jangan
    memukul-mukul pada bidang ukuran jangka.
5. Perhatikan pada pengambilan ukuran bahwa untuk jangka sejajar satu sama lain dan berdiri tegak lurus terhadap bidang benda
    kerja
6. Pengukuran harus sedapat mungkin dilakukan dari atas sehingga jangka meluncur di atas atau antara bidang yang diukur
   dengan dibebani berat benda sendiri! Jangka tidak boleh ditekankan atau didekapkan kebidang pengukuran.

C.  Alat ukur sudut sederhana
1. Penggaris (Mistar)
Penggaris atau mistar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui jarak antara dua titik atau dua garis. Proses membandingkan jarak dengan alat ukur yang standar disebut dengan pengukuran. Penggaris yang standar terbuat dari logam baja yang dikeraskan dan dipanaskan sampai kondisi tertentu, agar bahan tersebut tidak terjadi pemuaian yang bisa menyebabkan skala jarak yang ada di lembaran penggaris berubah dari pengaruh temperatur. Penggaris juga mempunyai kelenturan (elastis). Coba Anda bayangkan apabila penggaris terbuat dari bahan alumunium, ketika panas penggaris alumunium akan bertambah panjang, sedangkan pada saat dingin akan bertambah pendek. Penggaris ini dibedakan menjadi 2, yaitu penggaris tetap, dan penggaris yang dapat lipat. Skala yang digunakan pada penggaris bisa menggunakan sistem british (inchi) atau menggunakan sistem metriks
(mm). Biasanya kita lebih terbiasa menggunakan sistem metriks.
Gambar Penggaris Segitiga
Gambar Penggaris dengan skala metrik dan inchi
2. Rol Meter atau Meter Pita
Gambar Meter Pita
Meter pita terbuat dari pita baja tipis yang lentur dan bisa memegas, bisa digulung supaya mudah dibawa dan tidak membutuhkan tempat yang banyak meskipun relatif panjang. Fungsinya untuk mengukur jarak, jangkauannya lebih panjang yaitu 3 – 7 meter. Pada ujung pita dilengkapi dengan pengait dan diberi magnet supaya lebih mudah dalam melakukan pengukuran, pita tidak lepas saat mengukur. Ada dua skala yaitu skala metrik dan british/inchi. Cara menggunakannya adalah dengan mengaitkan ujung dari meteran pita, kemudian menarik meteran secukupnya di bawah panjang meteran tersebut (biasanya panjang maksimal ditulis pada bodi meteran). Selama proses pembacaan, meteran dapat dikunci, dan setelah diketahui ukuran, pengunci dilepas dan meteran dapat digulung kembali. Perawatan yang perlu dilakukan adalah jangan menarik meteran melebihi unkuran maksimal, dan jangan membiarkan ada air yang masuk ke bodi meteran, karena akan menyebabkan karat dan rusaknya alat ini.

3. Siku
a. Siku Lipat
Siku lipat mempunyai kaki-kaki yang dapat distel dan digunakan untuk pengalihan dan pembandingan sudut-sudut. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

1 komentar: